fbpx

Pertahanan Ego: Mengenal Defense Mechanism

Pertahanan Ego - Biro Psikologi Empathy Surabaya

Mengenal Sistem Pertahanan Ego : Defense Mechanism

Tubuh manusia memiliki sistem imun yang selalu siap sedia untuk menjaga kita dari zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Sistem ini akan memicu reaksi-reaksi tubuh sebagai bentuk pertahanan agar tubuh manusia terhindar dari penyakit yang membahayakan. Sama halnya dengan fisik, ternyata mental kita juga mempunyai sistem pertahanan diri sendiri loh! Sistem pertahanan ego ini disebut dengan defense mechanism.

Sejarah Konsep Defense Mechanism

Sigmund freud menemukan bahwa manusia mempunyai kapasitas untuk menjaga perasaan tidak diinginkan tersembunyi dari kesadaran. Hal ini dinamakan defense mechanism. Konsep defense mechanism lahir pada abad 19 sebagai pertahanan alam bawah sadar dari id, ego, superego. Freud percaya bahwa defense mechanism dapat membantu melindungi ego dari konflik antara ketiga komponen tersebut seperti perasaan tidak nyaman atau sakit yang berlebihan. Konflik antara id, ego, dan superego biasanya akan memicu munculnya kecemasan dan apabila pada keadaan ekstrem akan menyebabkan kepanikan berlebihan. Hal ini akan mendorong diri untuk menggunakan defense mechanism agar terlindungi dari gangguan yang mengancam dan hilangya self-esteem.

10 Defense Mechanism Utama

Pada abad 20, Anna Freud, putri dari Sigmund Freud secara lebih lanjut mendefinisikan dan menganalisis kembali mengenai defense mechanism hingga merumuskan 10 defense mechanism utama saat ini sering ditemukan sehari-hari.

  1. Denial : Menolak realita yang terjadi atau situasi tidak menyenangkan.
    Contohnya: menolak fakta bahwa pasangan berselingkuh. 
  2. Displacement : Mengerahkan emosi tidak menyenangkan pada orang lain atau objek lain.
    Contohnya: marah terhadap semua orang ketika mengalami hari yang buruk.
  3. Repression: Menekan atau menyembunyikan pikiran atau memori tidak menyenangkan agar lupa.
    Contohnya: menyembunyikan memori karena trauma.
  4. Projection: Menyalahkan orang lain atas perasaan dan perilakunya sendiri.
    Contoh: menuduh orang lain mencuri buah di pohon tetangga, padahal yang mencuri adalah dirinya sendiri.
  5. Rasionalization: Menjelaskan dan menganggap keyakinan yang dimiliki cukup rasional untuk menghindari fakta.
    Contohnya: menganggap cara guru mengajar tidak baik saat tahu nilainya rendah.
  6. Regression: Bentuk pelarian ke masa lalu ketika menghadapi fakta yang tidak menyenangkan di masa ini.
    Contohnya: seseorang yang sudah menikah memilih kembali ke rumah orang tuanya setiap kali bertengkar dengan pasangannya. Ia menganggap rumah orang tuanya lebih aman daripada rumah sendiri.
  7. Sublimation: Melampiaskan emosi atau perasaan tidak menyenangkan pada objek atau aktivitas yang wajar dan aman.
    Contohnya: berolahraga saat merasakan emosi negatif.
  8. Intellectualization : Menghindari respon emosi dan fokus pada komponen intelektual.
    Contohnya: seseorang yang fokus mencari lowongan kerja baru dibandingkan menghabiskan waktu dengan menangis ketika dikeluarkan dari tempat kerja.
  9. Reaction formation: Menyembunyikan perasaan negatif dengan mengekspresikan perasaan atau perilaku yang sebaliknya.
    Contohnya: bersikap ramah pada orang yang sangat dibenci.
  10. Compartmentalization: Memisahkan beberapa bagian hidup ke dalam bagian yang independen. Contohnya: memisahkan kehidupan pribadi dengan kehidupan kerja.

Namun seiring berkembangnya zaman berbagai macam defense mechanism sudah semakin bertambah. Pada tahun 1992, para peneliti dan ahli merumuskan 31 defense mechanism yang disusun menjadi 7 tingkatan mulai dari high adaptive level (mekanisme yang sehat) hingga disregulasi defense (level psikotik).

Apakah Normal Memiliki Sistem Pertahanan Ego?

Pada dasarnya defense mechanism adalah sistem pertahanan diri yang terjadi secara natural dan tidak disadari. Terjadinya defense mechanism ini tergolong normal dan merupakan bagian dari perkembangan psikologis.  Namun apabila terus menerus terjadi hal ini dapat merugikan diri dan orang lain terutama untuk defense mechanism pada level psikotik. Individu akan kesulitan dalam hidup karena tidak berani menghadapi atau melawan perasaan tidak menyenangkan tersebut. Apabila hal ini telah mengganggu kehidupan sehari-hari sebaiknya segera konsultasikan pada ahlinya seperti psikolog atau psikiater. 

 Cek artikel kami lainnya di sini ya!

Sumber: 

Cherry, K. (2021, 29 November). 20 Common Defense Mechanisms Used for Anxiety. Diakses dari https://www.verywellmind.com/defense-mechanisms-2795960

Bailey, R., Pico, J. (2021, 2 Juni). Defense Mechanisms. Diakses dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559106/

Holland, K. (2019, 11 Februari). 10 Defense Mechanisms: What Are They and How They Help Us Cope. Diakses dari https://www.healthline.com/health/mental-health/defense-mechanisms

Friedman, H. S. (2015). Encyclopedia of mental health. USA: Academic Press.

 

Penulis: Utami Salsabila

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *